SPM Sumsel Soroti Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di PAUD Kecamatan Tanjung Batu; Minta Evaluasi Demi Mutu dan Keamanan

KORANSPM.COM

TANJUNG BATU, OGAN ILIR, 22 Juni 2026 – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di sejumlah Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam wilayah Kecamatan Tanjung Batu, menjadi perhatian serius dari Serikat Pemuda dan Masyarakat Sumatera Selatan (SPM Sumsel). Melalui Koordinator Aksi, Yovi Meitaha, organisasi ini menyampaikan masukan konstruktif berbasis laporan dan dokumen awal yang diterima dari lingkungan masyarakat maupun lingkungan pendidikan.

Berdasarkan catatan yang dihimpun, terdapat sejumlah aspirasi yang menyoroti aspek variasi menu, tingkat kecukupan gizi, cara penyajian, hingga kesesuaian porsi dan jenis bahan makanan dengan karakteristik serta kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini. Hal ini disampaikan sebagai gambaran awal yang masih memerlukan pengecekan dan verifikasi menyeluruh dari pihak penyelenggara maupun instansi pembina.

Menurut pandangan Yovi Meitaha, secara tujuan dasar Program MBG merupakan langkah yang sangat baik dan mendukung upaya meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, serta daya konsentrasi peserta didik. Namun, niat baik tersebut harus diimbangi pelaksanaan yang benar‑benar memenuhi standar teknis, kebersihan, keamanan pangan, serta nilai gizi yang telah ditetapkan dalam ketentuan yang berlaku.

“Kami sepenuhnya mendukung tujuan mulia program ini demi tumbuh kembang anak‑anak. Namun, jika di lapangan terdapat hal‑hal yang dirasakan belum sepenuhnya memenuhi harapan dan standar, maka evaluasi adalah langkah yang wajar dan diperlukan. Yang terpenting, makanan yang diterima anak‑anak PAUD benar‑benar aman, bersih, bergizi, dan sesuai dengan apa yang diharapkan,” tegas Yovi Meitaha.

Sebagai bentuk pengawasan yang membangun, SPM Sumsel meminta Dinas terkait, penyelenggara program, pengelola sekolah, serta pihak‑pihak yang bertanggung jawab untuk menempuh langkah‑langkah berikut:

* Melakukan peninjauan dan evaluasi mendalam terhadap komposisi serta variasi menu yang disajikan;

*Mengadakan pemeriksaan berkala terkait standar kebersihan, cara pengolahan, hingga keamanan bahan baku dan pangan;

Memperketat pengawasan mulai dari pengolahan hingga proses pengantaran dan penyerahan di sekolah agar mutu tetap terjaga;

* Menyesuaikan susunan menu dengan pedoman gizi khusus anak usia dini, baik dari segi jenis bahan, cara pengolahan, maupun ukuran porsi;

* Menyampaikan informasi secara terbuka dan jelas kepada orang tua serta masyarakat mengenai standar, jadwal, dan rencana menu agar tercipta kepercayaan bersama.

SPM Sumsel juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua murid dan tenaga pendidik, untuk ikut menjaga kualitas program dengan cara menyampaikan masukan atau temuan melalui saluran resmi yang tersedia, disertai data atau bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini agar setiap temuan dapat ditindaklanjuti secara profesional, tanpa menimbulkan kesalahpahaman, serta tetap menjaga hak seluruh pihak yang terlibat.

Pihaknya menegaskan kembali bahwa sorotan ini disampaikan semata‑mata demi kesempurnaan pelayanan publik, bukan untuk menghakimi. Penyelenggara program, pihak sekolah, maupun instansi terkait memiliki ruang seluas‑luasnya untuk menyampaikan penjelasan, data pendukung, maupun langkah perbaikan yang sedang atau akan dijalankan — sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan serta ketentuan Undang‑Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.(Tim)

Writer: TimEditor: Wandriasyah
Exit mobile version