VIRAL: Foto Diduga Aparatur Satpol PP Ogan Ilir Bermain Kartu Saat Jam Kerja Disorot SPM Sumsel, Diminta Segera Diklarifikasi

KORANSPM.COM

OGAN ILIR, 16 Juni 2026 – Sebuah foto yang beredar luas di media sosial menjadi perhatian publik. Foto tersebut memperlihatkan sejumlah orang yang mengenakan pakaian seragam dinas diduga sedang duduk mengelilingi meja di dalam ruang kantor, dengan narasi yang menyebutkan mereka sedang melakukan permainan kartu jenis gaplek pada saat jam kerja.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara pasti kapan foto tersebut diambil, siapa saja yang terlihat dalam gambar, serta konteks sebenarnya dari aktivitas yang sedang berlangsung. Hal ini memunculkan beragam pertanyaan di tengah masyarakat terkait kedisiplinan dan kinerja aparatur pemerintahan.

Persoalan ini turut mendapat perhatian serius dari Serikat Pemuda dan Masyarakat Sumatera Selatan (SPM Sumsel). Koordinator Aksi SPM Sumsel, Yovi Meitaha, menyatakan bahwa pihaknya mengikuti perkembangan informasi tersebut dengan sikap objektif.

“Kami tetap berpegang teguh pada asas praduga tak bersalah. Namun, jika nantinya terbukti bahwa foto tersebut benar diambil pada jam kerja aktif dan aktivitas yang dilakukan memang merupakan permainan kartu, maka hal ini tentu sangat disayangkan. Tindakan demikian dapat menurunkan kepercayaan masyarakat serta mencederai citra pelayanan publik,” tegas Yovi dalam keterangannya.

Ia mengingatkan bahwa sebagai aparat yang bertugas menegakkan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) seharusnya menjadi teladan dalam hal kedisiplinan, integritas, dan etika kerja. Setiap aktivitas selama jam dinas harus difokuskan pada pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Menyikapi situasi ini, SPM Sumsel meminta pimpinan Satpol PP Kabupaten Ogan Ilir segera mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

*Melakukan penelusuran dan verifikasi fakta secara internal untuk memastikan kebenaran informasi, termasuk waktu pengambilan foto, identitas pihak yang terlibat, serta jenis aktivitas yang sedang dilakukan.
* Menyampaikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat guna mencegah berkembangnya spekulasi atau informasi yang tidak terverifikasi.
*Melakukan evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan peraturan disiplin Pegawai Negeri Sipil, jika ditemukan bukti pelanggaran. Sebaliknya, jika informasi yang beredar tidak sesuai kenyataan, maka penjelasan resmi tetap diperlukan untuk meluruskan persepsi publik.

“Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang profesional dan aparat yang bekerja sesuai kewajibannya. Kami tidak bermaksud menghakimi terlebih dahulu, namun pengawasan dan penjelasan yang jelas sangat dibutuhkan agar kepercayaan publik tetap terjaga. Jika ada kesalahan, harus diperbaiki; jika ada kesalahpahaman, harus diluruskan,” jelas Yovi.

Ia menambahkan bahwa perhatian ini merupakan bagian dari kontrol sosial yang konstruktif, bertujuan untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan transparan, akuntabel, dan menjunjung tinggi nilai integritas.

Hingga berita ini disusun, pihak Satpol PP Kabupaten Ogan Ilir maupun instansi terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait foto yang beredar. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi semua pihak untuk menyampaikan penjelasan guna melengkapi informasi secara lengkap dan berimbang.(Tim)

Writer: TimEditor: Wandriasyah
Exit mobile version