KORANSPM.COM
OGAN ILIR, 28 Juni 2026 – Sebuah bangunan bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda yang selama ini difungsikan sebagai Kantor Kelurahan Tanjung Raja Utara, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ludes tak bersisa setelah dilalap si jago merah. Peristiwa kebakaran hebat ini menghanguskan seluruh isi gedung hingga hanya menyisakan tumpukan puing dan kerangka bangunan yang telah berubah menjadi gosong.
Gedung tua yang dikenal sebagai salah satu ikon bersejarah di wilayah Tanjung Raja itu memiliki ciri khas arsitektur tempo dulu yang kental dengan gaya kolonial Belanda dan telah berdiri kokoh sejak puluhan tahun silam.
Sejak dijadikan pusat pelayanan pemerintahan dan administrasi warga, bangunan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan publik, namun juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panjang perkembangan masyarakat dan pemerintahan di Kabupaten Ogan Ilir.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, api dilaporkan mulai berkobar secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat dengan cepat membesar seluruh bagian bangunan. Warga setempat bersama petugas pemadam kebakaran sempat berupaya keras melakukan pemadaman guna mencegah meluasnya api ke bangunan sekitar serta menyelamatkan aset yang ada.
Namun upaya tersebut terhalang karena sebagian besar material bangunan sudah tua dan terbuat dari bahan yang mudah terbakar, sehingga api sulit dikendalikan dan akhirnya berhasil menghanguskan seluruh isi gedung.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti memicu terjadinya kebakaran tersebut belum dapat diketahui secara pasti. Pihak kepolisian dari Polres Ogan Ilir bersama instansi terkait telah turun ke lokasi kejadian guna melakukan pengecekan dan penyelidikan lebih lanjut untuk menelusuri asal mula api serta kronologi peristiwa. Sementara itu, lokasi bekas kebakaran masih dijaga ketat oleh aparat keamanan demi lancarnya proses penyelidikan dan pengamanan bukti barang.
Peristiwa ini menimbulkan rasa duka yang mendalam sekaligus meliputi bagi masyarakat setempat. Pasalnya, dampak kebakaran ini tidak hanya mengganggu kelancaran pelayanan administrasi pemerintahan kepada warga, namun yang lebih dirasakan adalah hilangnya salah satu aset sejarah dan warisan budaya tinggi yang memiliki nilai serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi Tanjung Raja dan Kabupaten Ogan Ilir.
Media Koran SPM akan terus memantau perkembangan hasil penyelidikan terkait penyebab kebakaran ini serta langkah pemerintah daerah pasca musibah tersebut. (Tim)
