Sorotan SPM Sumsel: Harta Kepala Dinas Koperasi OKI Capai Rp785 Juta, Catatan “Hasil Sendiri” Menimbulkan Pertanyaan Publik

KORANSPM.COM

OKI– Serikat Pemuda dan Masyarakat Sumatera Selatan yang disingkat SPM Sumsel, di bawah koordinasi langsung Yovi Meitaha, menyampaikan perhatian dan sejumlah pertanyaan terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Ogan Komering Ilir, Suhaimi.

Dokumen tersebut secara resmi diumumkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tertanggal 6 Maret 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024 dan dinyatakan telah lolos verifikasi kelengkapan administrasi.

Berdasarkan data rinci yang tercantum, total harta kekayaan Suhaimi tercatat sebesar Rp785.400.000, dihitung dari jumlah keseluruhan harta senilai Rp839.000.000 dikurangi kewajiban utang sebesar Rp53.600.000.

Secara terperinci, kekayaan itu berupa tanah dan bangunan senilai Rp538.000.000 — seluruhnya tertulis sebagai “hasil sendiri” — meliputi rumah seluas 88 m² beserta tanahnya di OKI senilai Rp357.000.000, serta sebidang tanah seluas 11.914 m² di wilayah yang sama senilai Rp181.000.000. Selain itu tercatat pula kendaraan senilai Rp271.000.000, terdiri dari mobil Toyota R4 tahun 2010, Daihatsu Grand Max tahun 2018, serta dua unit sepeda motor, ditambah kas dan setara kas sebesar Rp30.000.000.

Menanggapi jumlah tersebut, Koordinator SPM Sumsel, Yovi Meitaha, menyampaikan hal ini wajar menjadi perhatian masyarakat. “Banyak pihak mempertanyakan kesesuaian antara besarnya harta yang dilaporkan dengan penghasilan resmi yang biasa diterima pejabat setingkat kepala dinas, terlebih semuanya tertulis sebagai hasil sendiri. Masyarakat berharap ada penjelasan yang gamblang demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik,” ujarnya di Palembang, Jumat (8/5/2026).

Merespons pertanyaan yang muncul, Suhaimi memberikan tanggapan singkat:

“Memang benar aset itu tercatat milik saya, namun sampai sekarang kami sekeluarga belum menempatinya. Singkatnya, cuma kito maseh tinggal di rumah martuo — kami masih tinggal di kediaman orang tua istri.”ujar Suhaimi

Menanggapi penjelasan tersebut, Yovi Meitaha menyatakan pihaknya masih menanti keterangan lebih lanjut. “Kami mencatat penjelasan itu, namun masyarakat tetap berharap ada uraian yang lebih jelas mengenai asal mula perolehan seluruh aset tersebut agar tidak menimbulkan pertanyaan lebih lanjut,” katanya.

Hingga berita ini dimuat, Suhaimi belum memberikan penjelasan terperinci mengenai kesesuaian nilai kekayaan dengan penghasilan resmi maupun bukti pendukung perolehan aset yang dimilikinya. Masyarakat pun masih menanti kejelasan lebih Lanjut.(Jep)

Writer: JepEditor: Wandriasyah
Exit mobile version