KORANSPM.COM
OGAN ILIR-13-Juni-2026– Sebuah rekaman video yang menampilkan percakapan yang dinilai merendahkan profesi kurir paket beredar luas dan menjadi sorotan di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang wanita yang diduga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bernama Riyanti Ardila. Ucapan yang disampaikan menuai kecaman publik karena dianggap melukai perasaan dan mencederai martabat pekerjaan yang halal.
Setelah video tersebut menyebar dan memicu reaksi luas, Riyanti Ardila kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang merasa tersinggung, termasuk kepada kurir paket bernama Bayu yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Namun, penyampaian permintaan maaf itu pun kembali menimbulkan tanggapan beragam di tengah masyarakat.
Sebagian warganet menilai sikap dan bahasa tubuh saat menyampaikan maaf kurang mencerminkan ketulusan, mengingat ia tampak masih mengenakan masker, pakaian yang tertutup rapat, serta meletakkan kedua tangannya di dalam saku jaket. Meski demikian, hal ini tetap menjadi penilaian yang berkembang di ruang publik dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
SPM Sumsel Kecam Sikap yang Tidak Mencerminkan Etika ASN
Menanggapi peristiwa ini, Koordinator Aksi Serikat Pemuda dan Masyarakat (SPM) Sumsel, Yovi Meitaha, menyatakan sikap tegas. Ia menegaskan bahwa setiap profesi memiliki kedudukan dan martabat yang sama di mata hukum dan negara.
“Kurir, petani, buruh, pedagang, maupun ASN sama-sama bekerja mencari nafkah dengan cara yang halal. Tidak ada satu pun pekerjaan yang pantas direndahkan hanya karena perbedaan jabatan atau tingkat pendapatan. ASN adalah pelayan masyarakat yang digaji dari uang rakyat, sehingga seharusnya menjadi teladan dalam bersikap dan bertutur kata,” ujar Yovi, Sabtu (13/6/2026).
Ia menilai pernyataan yang dinilai merendahkan itu mencerminkan sikap arogan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pelayanan publik. Ucapan tersebut tidak hanya melukai perasaan individu, tetapi juga bisa menimbulkan persepsi negatif terhadap citra instansi pemerintah secara keseluruhan.
Permintaan Maaf Harus Disertai Sikap dan Tindakan Nyata
Mengenai permintaan maaf yang telah disampaikan, SPM Sumsel menyatakan menghargai langkah tersebut, namun menekankan bahwa hal itu belum cukup untuk menutup permasalahan.
“Meminta maaf itu langkah awal yang baik, tetapi ketulusan tidak hanya dilihat dari kata-kata saja, melainkan juga tercermin dari sikap, cara penyampaian, dan komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Publik berhak menilai apakah permintaan maaf itu benar-benar datang dari kesadaran diri atau hanya untuk meredam reaksi yang berkembang,” jelas Yovi.
Desakan Agar Diberikan Tindakan Tegas Sesuai Aturan
Lebih lanjut, SPM Sumsel mendesak Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dan instansi tempat yang bersangkutan bertugas untuk segera melakukan pemeriksaan dan pembinaan secara mendalam. Jika terbukti ucapan dan sikap yang dilakukannya melanggar kode etik dan disiplin ASN, maka harus diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jangan sampai kasus ini dianggap selesai hanya karena sudah viral lalu meminta maaf. Harus ada tindakan nyata sebagai bentuk penegakan aturan, sekaligus menjadi pelajaran bagi seluruh aparatur negara agar senantiasa menjaga sikap, tutur kata, dan menghormati setiap warga masyarakat tanpa membedakan latar belakang apa pun,” tegasnya.
Yovi menambahkan bahwa peristiwa ini sebaiknya dijadikan momentum untuk memperkuat pemahaman seluruh ASN mengenai tugas pokok dan fungsi sebagai pelayan publik, serta menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan keadilan sosial.
“Martabat manusia tidak ditentukan oleh jabatan atau jenis pekerjaan. Negara ini dibangun oleh kerja keras seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, sikap yang diskriminatif, arogan, atau merendahkan profesi apa pun tidak boleh dibiarkan,” pungkas Yovi.
Hingga berita ini disusun, pihak Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir belum menyampaikan tanggapan resmi terkait kasus ini. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak yang bersangkutan maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan lebih Lanjut .(Tim)












